Selasa, 09/03/2010 12:20 WIB
Rumus Keluarga Bahagia
Fannya G. Alamanda (Weddingku) - wolipop
Freedomphoenix
Jakarta - Proses lamaran, akad serta resepsi sudah dijalani. Kini tantangan yang paling besar adalah mempertahankan pernikahan dan membuat keluarga bahagia. Mau tahu rumusnya?
Kenali Si DiaWalau Anda sudah menjalankan waktu pacaran yang lama, bukan berarti Anda tak perlu mengenali pasangan Anda lebih dalam. Cermati lagi pasangan Anda. Benarkah dia orang yang membuat Anda rela mengorbankan apa saja demi menikah dan berbagi seluruh hidup dengannya. Jika ya, ayo berhenti mengeluh, berhenti mencari kesalahan pada diri pasangan, dan saling teriak melemparkan kesalahan. Ingat, dialah satu-satunya orang yang Anda inginkan untuk berbagi kehidupan perkawinan, seumur hidup Anda. Bukan orang yang ingin Anda teriaki sepanjang waktu.
Ingat Tujuan Anda MenikahMari teliti lagi dari awal, apa tujuan Anda sewaktu berniat menjejakkan kaki ke dunia pernikahan. Alasan utama tentu karena Anda ingin menghabiskan seluruh sisa hidup Anda dalam sebuah kehidupan yang lebih baik bersama si dia, bukannya Anda menghabiskan seluruh sisa hidup sendirian. Nah, jika benar seperti itu tujuan Anda menikah, maka sekarang adalah saat yang tepat untuk segera membenahi diri Anda dan mencapai tujuan tersebut. Yang penting adalah kebahagiaan kedua belah pihak, bukan Anda atau pasangan saja.
Berkomunikasi Dengan BaikFaktor penting dari sebuah hubungan adalah komunikasi. Tanpa komunikasi yang benar dan efektif, dapat dipastikan Anda tidak akan bisa menjalani hubungan dengan baik. Untuk itu, bangunlah komunikasi yang baik dengan pasangan Anda. Coba atur waktu untuk Anda berdua bisa duduk santai tanpa melakukan apa pun kecuali saling berbagi cerita. Mintalah kepada pasangan untuk bercerita sejujur-jujurnya. Aturan yang sama juga berlaku untuk Anda.
Pelengkap PernikahanAnda dan pasangan mungkin saja bosan dengan rutinitas sehari-hari yang tidak ada bedanya dengan hari-hari yang Anda lewati sebelumnya. Untuk itu, carilah hobi, kegiatan, atau tujuan baru untuk lebih melengkapi kebahagiaan Anda. Memiliki anak, misalnya. Banyak pasangan yang setelah menikah masih menunda memiliki anak dengan alasan ingin menikmati waktu berdua dulu atau fokus pada karier. Padahal, jika Anda berdua memang sudah siap secara mental dan materi, kehadiran seorang anak akan membuat kehidupan pernikahan menjadi lebih indah. Ini akan menjadi kesempatan bagus untuk Anda dan pasangan meningkatkan tenggang rasa, pengertian, dan kerja sama. Karena ketika memiliki anggota keluarga baru, Anda berdua dituntut menjadi tim yang kompak dan berbagi tugas dalam merawat, membesarkan, dan mendidik si kecil.
(kee/kee)
Tutup
Share to Facebook:
You are redirected to Facebook
Share to Lintas Berita:
You are redirected to Lintas Berita
Share to Blogdetik:
Post this to your Blogdetik:
Share to Blogdetik:
Sending your message
Message has successfully sent
Share to WordPress:
Post this to your WordPress blog:
Share to WordPress:
Sending your message
Message has successfully sent
Share to Blogger:
Post this to your Blogger blog:
Share to Blogger:
Choose your blog:
Share to Blogger:
Sending your message
Message has successfully sent
Share to Gmail:
Import Your Gmail contacts
Share to Gmail:
Share to your Gmail contacts
Share to Gmail:
Sending your message
Message has successfully sent
Share to Yahoo Mail:
Sending your message
Message has successfully sent
Share via EMail:
Sending your message
Message has successfully sent
Share via Yahoo Messenger:
Sending your message
Message has successfully sent
Share via Google Talk:
Sending your message
Message has successfully sent
Share via Live Messenger:
Sending your message
Message has successfully sent